15.8 C
New York
Wednesday, September 27, 2023

Buy now

Berpikir dan Berperasaan Positif Memiliki Umur yang Lebih Panjang

Berpikir dan Berperasaan Positif Memiliki Umur yang Lebih Panjang, Amorpost.com –¬†Berpikir dan berperasaan positip bukan saja berguna untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan tetapi juga memberikan efek pada umur seseorang.

Penelitian terbaru yang telah dilakukan Dr. Debora D. Danner bersama para psikolog lainnya menyimpulkan bahwa jika Anda adalah orang yang sehari-hari hidup dengan perasaan positif, maka Anda memiliki potensi untuk dapat hidup lebih lama.

Dr. Debora D. Danner bersama dengan kelompok penelitinya telah melihat kumpulan catatan dari 180 wanita. Semua wanita tersebut diminta untuk mencatat perjalanan hidup mereka (semacam autobiografi pendek) dimulai saat mereka berumur 20 tahun.

Beberapa di antara mereka memiliki catatan-catatan yang menunjukkan jumlah perasaan negatif yang cukup banyak selama perjalanan hidup mereka.

Dan beberapa wanita yang lain menunjukkan perasaan positif yang lebih banyak, seperti rasa senang, rasa ingin tahu, dan rasa cinta. Kemudian para psikolog tersebut mengamati sejarah hidup ke 180 wanita tersebut untuk mengetahui bagaimana mereka hidup setelah masa muda itu.

Ternyata, wanita yang penuh dengan perasaan positif bisa hidup lebih lama, dan rata-rata lama hidup mereka 10,5 tahun lebih lama dibandingkan lama hidup wanita yang memiliki sedikit perasaan positif sepanjang hidupnya

Bagaimana perasaan dan emosi positif bisa memberikan efek kepada kesehatan seseorang? Penilitian lain yang dipimpin oleh Bethany Kok dan Barbara Fredrickson menemukan bahwa orang yang memiliki perasaan dan emosi positif punya efek bahwa detak jantung juga menjadi normal.

Dalam penelitian yang dipublikasikan secara online di Psychological Science, peneliti membagi 65 orang menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mendapatkan pelatihan dalam praktik meditasi cinta kasih; kelompok kedua dimasukkan ke dalam daftar tunggu untuk latihan meditasi. Semua peserta adalah staf Fakultas di University of North Carolina di Chapel Hill.

Semua peserta Tidak memiliki pengalaman meditasi sebelumnya. Mengapa meditasi cinta kasih? Karena meditasi ini mengajarkan individu bagaimana cara menumbuhkan perasaan cinta, kasih sayang, dan niat baik terhadap diri mereka sendiri dan orang lain.

Para peserta dalam kelompok meditasi menghadiri kelas satu jam per minggu selama enam minggu, mereka diminta untuk melengkapi dengan latihan harian di rumah.

Hasilnya bahwa kesehatan kelompok pertama meningkat, detak jantung mereka berjalan lebih normal seiring dengan bertumbuhnya perasaan cinta, kasih sayang dan niat baik terhadap diri mereka sendiri dan orang lain.

Bagaimana seorang Kristen dapat menimbah dan memelihara perasaan positip? Dalam suratnya kepada umat di Filipi Paulus menulis “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” (Filipi 4:4).

Lalu Bagaimanakah caranya agar kita dapat senantiasa bersukacita? Kata kunci di sini adalah “DALAM TUHAN.” Di luar Tuhan mustahil kita dapat senantiasa bersukacita.

Bersukacita merupakan sebuah sikap dan pilihan, tidak selalu berarti perasaan yang terus menerus kita rasakan.

Mustahil dan tidaklah sehat bila kita selalu bersukacita apa pun kondisi yang kita hadapi. Itu sebabnya Firman Tuhan menegaskan, “ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap, ada waktu untuk menari.” (Pengkhotbah 3:4).

Orang yang bersukacita dalam Tuhan tetap bisa bersedih, namun ia tidak terbebani atau ditindih oleh apa pun yang dialaminya.

Mari kita menguraikan empat cara untuk bersukacita dalam Tuhan:

Beriman

“Janganlah kamu kuatir tentang apa pun juga tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:6-7)

Orang yang bersukacita dalam Tuhan adalah orang yang menyandarkan hidupnya pada Tuhan. Ia tahu bahwa Tuhan berkuasa DAN mengasihi dia; jadi, Tuhan mampu melakukan segalanya dan akan memberi yang terbaik kepadanya. Ia damai sebab Ia tahu siapakah yang memelihara hidupnya.

Bersyukur

“Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:13)

Orang yang bersukacita menerima porsi kehidupannya sebab ia tahu bahwa Tuhan memberi tepat dan sesuai dengan rencana-Nya yang terbaik. Ia belajar menerima rencana Tuhan dalam hidupnya dan bergantung pada kekuatan Tuhan untuk memampukannya menerima.

Baik Hati

“Hendaklah kebaikan hatimu diketahui oleh semua orang. Tuhan sudah dekat.” (Filipi 4:5) Orang yang bersukacita adalah orang yang baik; ia murah hati sebab ia tahu bahwa apa pun yang ada padanya merupakan pemberian Tuhan.

Ia memberi sebab ia yakin pada pemeliharaan Tuhan atas hidupnya. Memberi tidak akan membuatnya kekurangan, sebaliknya, memberi membuatnya menerima lebih dari Tuhan.

Bersih

“Jadi akhirnya saudara saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” (Filipi 4:8)

Orang yang bersukacita adalah orang yang berpikiran dan berhati bersih. Ia tidak mengisi benaknya dengan yang najis; sebaliknya, ia mengisi pikirannya dengan muatan yang indah, positif dan bersih.

Akhirnya kita dapat simpulkan bahwa berperasaan positif adalah jalan menuju umur yang lebih panjang. Orang yang berpikir dan berperasaan positif adalah orang yang stabil menghadapi setiap gejolak emosinya. Ia tetap optimis dan tetap berpikir dan berperasaan dalam setiap situasi hidupnya.

Bagi orang Kristen berperasaan positip atau bahasa kitab sucinnya bersukacita bukan hanya membuat manusia umur panjang tetapi orang yang selalu bersukacita dalam Tuhan akan memiliki iman yang kuat pada Tuhan, selalu bersyukur pada Tuhan, baik hati, berpikiran dan berhati bersih.

Dan orang Kristen yang demikian bukan hanya umur panjang tetapi akan memperoleh hidup yang kekal. Ia menikmati umur yang panjang di dunia, dan menikmati hidup kekal bersama dengan Yesus di surga.

Ladislaus Naisaban

Amor
Amorhttp://www.amorpost.com
Adrian B., SS.STB, Alumnus Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara dan Ateneo de Manila University. Hoby Menulis, Membaca, Web Design, Fotografy, Beternak, Touring dan Kegiatan Karitative.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
3,873FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles