21.4 C
New York
Friday, September 15, 2023

Buy now

Merawat NKRI yang Damai dan Berkeadilan melalui Budaya Menyanyi

Seminar Pesparani di Ambon
Para narasumber dalam Seminar Pesparani Nasional di Ambon (Foto: Ladislaus Naisaban)

Merawat NKRI yang Damai dan Berkeadilan melalui Budaya Menyanyi, Amorpost.com – Dalam pelaksanaan PESPARANI di Ambon, LP3KN menyelenggarakan seminar dengan tentang manfaat musik untuk persatuan Indonesia.

Tampil sebagai pembicara pada sesi pertama adalah Prof. Mahfud MD, Uskup Keuskupan Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus, Uskup Keuskupan Amboina Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC.

Masing-masing pembicara mengemukakan pengalaman mereka tentang peran musik dalam kehidupan berbangsa.

Mgr. Agustinus menggunakan musik sebagai sarana komunikasi dengan umat Katolik maupun umat non Katolik.

Sementara Prof Mahfud MD mengemukakan pokok pikiran bahwa walau syair lagu-lagu daerah itu tidak menyinggung persatuan bangsa tetapi setiap orang dapat menyanyikan lagu-lagu daerah itu. Dengan demikian kita dipersatukan lewat lagu-lagu tersebut.

“Diharapkan para komponis dapat memperbanyak khasanah lagu-lagu nasional,” katanya.

Pesparani di Kota Ambon

Selanjutnya pada sesi kedua seminar, tampil beberapa ahli musik yg berbicara tentang manfaat musik bagi manusia. Romo Kardo membahas musik dari sisi sosiologis, Prof Perry dari sisi etnik dan Christian membahas aspek teologis dari sebuah musik.

Ketiga ahli musik ini sepakat bahwa musik adalah bahasa universal yang dapat diterima semua suku, bangsa dan agama. Musik dapat membentuk karakter ketaatan, kerjasama, harmoni dan tenggang rasa.

Orang yang menyanyi adalah orang yang membina rasa supaya memiliki hati sebagai penyeimbang pikiran.

Di akhir seminar ini, LP3KN memberikan penghargaan kepada para pemusik Indonesia yang lagunya terkenal di seluruh Indonesia antara lain: Frans Cornelis Dian penggubah lagu Gemu fa mi re, Ari Sapulete penggubah lagu Poco-Poco, Frangky Sahilatua pengarang lagu “Pancasila Rumah Kita”, Toto Pudjianto pengarang Himne LP3KN, dan Semi Toisuta penggubah Mars LP3K Ambon.

Selain mendapat sertifikat, para pengarang ini juga mendapatkan uang sebesar Rp. 15 juta per orang.

Pengusaha dari Jakarta, Jacobus Bouk juga mengantongi para kreator lagu ini bonus tambahan masing-masing 5 juta rupiah. Semoga dengan penghargaan ini para pengarang lagu termotivasi untuk lebih berkreasi lagi.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
3,869FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles